Kamis, 16 Juni 2011

Protokol Routing (resume 9)


Protokol Routing

   Dynamic routing dikategorikan ke dalam 2 macam yaitu: Exterior Gateway/Routing Protocol (EGP/ERP) dan Interior Gateway/Routing Protocol (IGP/IRP)

IGP

¢  Interior Gateway Protocol adalah sebutan untuk protokol-protokol routing yang digunakan di dalam sebuah Autonomous System (AS).
¢  Contoh IGP adalah: Routing Information Protocol (RIP), Open Shortest Path First (OSPF), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP).

EGP

¢  Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol yang membawa informasi routing antar 2 buah administrative entities, dalam hal ini 2 buah AS.
¢  Contoh EGP adalah Broader Gateway Protocol (BGP).

Routing Information Protocol

¢  RIP adalah protokol routing yang menggunakan algoritma routing distance-vector learning atau Bellman-Ford.
¢  Tugas dari RIP (dan semua protokol routing) adalah menyediakan mekanisme pertukaran informasi tentang rute, sehingga setiap router dapat melakukan update Table Routing.

RIPv1

¢  RIPv1 tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. Router harus menganggap setiap route yang diterima memiliki subnet yang sama dengan subnet pada router itu. Dengan demikian, RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

RIPv2

¢  RIPv2 berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan atas RIP, yaitu dukungan untuk VLSM, menggunakan autentikasi, memberikan informasi hop berikut (next hop), dan multicast. Penambahan informasi subnet mask pada setiap route membuat router tidak harus mengasumsikan bahwa route tersebut memiliki subnet mask yang sama dengan subnet mask yang digunakan padanya.

Kesimpulan

¢  RIP didesain untuk sedemikian sehingga routing table akan terupdate apabila informasi yang diterima memiliki rute lebih pendek.
¢  Misalnya, RD menerima informasi {N1,3} untuk RB, karena informasi {N1,3} untuk RC sudah ada (jumlah hop sama), maka informasi tsb diabaikan.
¢  Proses propagasi routing table yang terjadi secara periodik.
¢  Seandainya terdapat penambahan jalur dari RC ke N1. Jika sebelumnya RD memiliki informasi {N1,RC,3} maka routing table akan diupdate dengan informasi {N1,RC,2} karena RD dapat menjangkau N1 lebih cepat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar