Kamis, 16 Juni 2011

IP Address and Subnet Address (resume 5)


IP Address and Subnet Address


Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device
Konversi Biner – Desimal

¢  Setiap 8 bit nomor IP dapat dikonversi ke desimal dengan komposisi :
(x*27+x*26+x*25+x*24+x*23+x*22+x*21+x*20 ),
Atau
(x*128+x*64+x*32+x*16+x*8+x*4+x*2+x*1), 

Contoh:
¢  Sehingga untuk menghitung bentuk desimal dari 11001011 dapat dilakukan dengan :
 =1*128+1*64+0*32+0*16+1*8+0*4+1*2+1*1
            = 128 + 64 + 0 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
            = 203
Konversi Biner – HexaDesimal – Biner
¢  Angka Hexadesimal mengandung: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
¢  Contoh:
            11000011.10001101
    C     3   .   8     D


Kategori Pengalamatan IP

¢  Ada 3 macam kategori pengalamatan IP, yaitu:

- Classfull Addressing (conventional): pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
            - Subnetted Classfull Addressing: pengalamatan dengan subnetting.
            - Classless Addressing: CIDR


Tidak ada komentar:

Posting Komentar