IP Address and Subnet Address
Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device
Konversi Biner – Desimal
¢ Setiap 8 bit nomor IP dapat dikonversi ke desimal dengan komposisi :
(x*27+x*26+x*25+x*24+x*23+x*22+x*21+x*20 ),
Atau
(x*128+x*64+x*32+x*16+x*8+x*4+x*2+x*1),
Contoh:
¢ Sehingga untuk menghitung bentuk desimal dari 11001011 dapat dilakukan dengan :
=1*128+1*64+0*32+0*16+1*8+0*4+1*2+1*1
= 128 + 64 + 0 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
= 203
Konversi Biner – HexaDesimal – Biner
¢ Angka Hexadesimal mengandung: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F
¢ Contoh:
11000011.10001101
C 3 . 8 D
Kategori Pengalamatan IP
¢ Ada 3 macam kategori pengalamatan IP, yaitu:
- Classfull Addressing (conventional): pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
- Subnetted Classfull Addressing: pengalamatan dengan subnetting.
- Classless Addressing: CIDR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar